Jumat, 05 Juli 2013

Oriflame cleansing pad

Kalau ke kantor atau pergi keluar yg perlu tampilan wajah lebih cerah, aku sering menggunakan eyeliner (untuk mempertegas bentuk mata), foundation (supaya bekas jerawat di wajah bisa tersamarkan), dan lipbalm (supaya bibir tidak kering, ini penting karena aku tinggal di bandung yg suhunya dingin).

Naah, karena tuntutan pekerjaan itu juga yang membuatku cukup sering keluar kota. Saat mau tidur malam, atau pekerjaan selesai,biasanya aku selalu segera membersihkan make up, kalo tidak segera dibersihkan, alamat jerawat bakal bermunculan. Kalo hanya sabun muka/facewash, eyeliner tidak akan ikut terhapus. Makanya aku selalu bawa tambahan make up eye remover plus kapas pembersih. Berarti kan nambah lagi perintilan yg harus dibawa. Merepotkan, namun crucial! Waktu awal bulan juni 2013 lalu buka katalog oriflame, ternyata Oriflame ngeluarin produk baru: CLEANSING PAD

Cukup dengan ini, perlengkapan pembersih make up yg dibawa kalau lagi dinas langsung jauh berkurang. Aku cukup bawa cleansing pad ini untuk membersihkan muka. Tidak perlu lagi bawa facewash, cleansing milk, make up eye remover, dan kapas. Karena cleansing pad ini cukup untuk membersihkan make up yang kupakai. Di dalamnya sudah ada pembersih berupa pad (semacam kapas tipis) yg sudah dibasahi dengan semacam cairan pembersih make up. Bisa untuk wajah dan eye liner. Kemasannya cukup imut, sedikit lebih tebal dari compact powder. Dan tutupnya menggunakan ulir jadi tak bakal lepas. Pembersih muka yang praktis dan multi-fungsi!

Selasa, 25 Juni 2013

Caramel Pudding

Ini salah satu puding favoritku.u Waktu kecil dulu ibunda tersayang bikin puding ini kalo lagi ada kelebihan kuning telur setelah bikin kue kering untuk lebaran.

eeh... baru nemu resepnya lagi.


Bahan Karamel :
75gr Gula Pasir
1 sdm Air

Bahan Puding :
3 Butir Telur Ayam
75gr Gula Pasir
250ml Susu Cair

Cara Membuat :
Panaskan Oven hingga mencapai suhu 180c

Caramel :
Panaskan gula di atas api kecil, biarkan hingga kuning keemasan dan seluruh gula leleh, tambahkan air aduk rata. Angkat
Tuangkan caramel ke pinggan atau dalam cetakan bervolume 100ml, biarkan hingga agak keras.

Puding :
Kocok telur dan gula hingga gula larut
Tambahkan susu dan Aduk rata.
Tuangkan ke dalam mangkuk berisi caramel.
Siapkan loyang, isi dengan air. Taruh pinggan di atas loyang hingga setengah tinggi loyang terendam air.
Panggang dalam oven selama 60 menit hingga adonan susu membeku.
Angkat, dinginkan. Sajikan



Jumat, 12 Oktober 2012

Dunia Perniagaan

Saya bersyukur menikah dengan suami saya.

apaan sih mulainya udah romance-romance begitu...?! Eeeh...tapi bener ya, Allah tuh udah masangin kita sama jodoh kita masing-masing.
Yang cerewet (kayak saya) dapet jodoh orang yang anteng kayak suami saya. 

Ngga kebayang deh ni rumah kalo suami saya juga doyan ngoceh kayak istrinya. bisa-bisa diprotes sama tetangga, Berisik!

Okeh, back to the bussiness.
Sebelum menikah, saya berpikir seperti orang biasa. lulus kuliah -  kerja kantoran - pindah kerja kalo nemu yang gajinya lebih okeh - menikah - dst.

ternyata setelah menikah, abi (panggilan buat yayangku) mengenalkan saya pada Dunia Perniagaan. Memang abi juga bekerja di perusahaan swasta dengan penghasilan tetap tiap bulan, tapi buat abi hal itu tidaklah memuaskan. Seperti ada passion-nya yang tidak tersampaikan. 

Dan ternyata emang, abi tuh seneng dagang.

Saat sudah settle di bandung (sebelumnya kami long distance relationship, saya di bandung, abi di jakarta, Alhamdulillah masa-masa itu sudah lewat), abi memulai usahanya dengan mencoba berjualan keripik pedes. menebeng kesuksesan keripik "Mak Icih" yang melegenda itu. 

Beliau membeli keripik pedes kiloan lalu dibungkusin lagi kecil-kecil dan dijual. Sebagai istri yang baik (siapa yang protes?), saya pun membantu sebagai tim marketing, hehehe... berjualan di kantor saya. alhamdulillah break event point tercapai dalam waktu singkat. keuntungan mencapai 100%.

Sampai saat ini saya berjualan abon dan kosmetik merk Oriflame.

Rabu, 06 Februari 2008

Ketika Cinta Bertasbih


Pengarang : Habibburahman El Shirazy
Ringkasan oleh : Regantini S Asmowidjojo

Ceritanya Subhanallah banget. Seperti beberapa novel garapan sebelumnya oleh penulis yang sama, Habiburahman El Shirazy berhasil mengaduk-aduk emosi pembaca melalui novel yang terbit dalam dua jilid ini. Meskipun di jilid pertama ini ceritanya agak loncat-loncat, namun tidak mengurangi keruntutan jalan cerita yang dibangun oleh penulis. Karya dwilogi ini masih bercerita dengan latar belakang Mesir. Pemeran utama dimainkan oleh Abdullah Khairul Azzam, seorang mahasiswa Indonesia yang datang jauh-jauh dari pelosok desa di pulau jawa untuk melanjutkan studinya di Mesir. Azzam, demikian nama panggilan pemuda itu, adalah seorang pekerja keras. Ia memiliki beberapa adik yang harus dibiayainya, hingga dengan kekhlasan hati ia harus berkorban dengan menjadi penjual bakso dan pembuat tempe. Ceritanya penuh dengan romantika yang sarat dengan hikmah. Isinya bagus serta dapat mengajari kita soal hidup, cinta dan bagaimana mengatur skala prioritas dalam mengambil tindakan. Tersebutlah bahwa Azzam adalah mahasiswa Indonesia di Al Azhar, yang belajar disana karena berhasil memperebutkan beasiswa dari Departemen Agama. Ia adalah prototype anak Indonesia yang pintar, cerdas, dan bersahaja, namun lahir dari kalangan keluarga pas-pasan.
Kecerdaan Azzam kian terbukti tatkala di tahun pertama menimba ilmu di Al Azhar ia memperoleh predikat jayyid jidda (istimewa), dan oleh karenanya ia mendapat beasiswa dari Majlis A'la.
Namun ditahun kedua, ayahnya yang tinggal di Indonesia meninggal dunia karena kecelakaan. Sepeninnggal ayahnya, ibunya sering sakit-sakitan. Padahal di Indonesia, ketiga adik perempuannya belum bisa diharapkan membantu ibunya karena baru beranjak dewasa. Yang seharusnya membantu ibu dan adik-adik nya di Indonesia adalah Azzam. Sebab dia adalah sulung di keluarganya. Azzam menyadari itu. Maka sejak saat itulah ia mengalihkan konsentrasinya. Dari belajar ke bekerja. Ia di Cairo, bekerja sambil belajar.

Pekerjaan yang dilakukan Azzam untuk menghidupi keluarganya di Indonesia adalah berbisnis tempe dan bakso. Karena lebih fokus ke bisnis, hasilnya prestasinya semakin lama semakin menurun, beberapa kali tidak naik tingkat, padahal ia sudah sembilan tahun di Mesir tapi belum lulus S1. Meskipun pada akhirnya lulus juga dengan predikat yang tidak mengecewakan, jayyid. Namun disisi lain di belahan Indonesia, keluarganya suskes berkat motivasi dan biaya hidup darinya. Adik-adik nya semua "menjadi orang".

Sumber: http://id.shvoong.com/books/493171-ketika-cinta-bertasbih/

Pendapatku pribadi sih Ketika Cinta Bertasbih 1 bagus banget, disitu diceritain perjuangan azzam untuk hidup, ngga cuma hidupnya tapi juga hidup keluarganya di Indonesia. Azzam harus bekerja di mesir, menjadi "kepala keluarga" di flatnya, dan di bagian akhir ditambah lagi perjuangannya untuk bisa lulus dan pulang ke Indonesia. Alurnya dibuat indah dan menyentuh hati.

Tapi sayang di Ketika Cinta Bertasbih 2, plot ceritanya menurun jadi "predictable", ngga seru lagi. Saingan cintanya untuk mendapatkan Anna ternyata punya masalah besar yang "hampir pasti" membuatnya harus melepas Anna, dan bisa ditebak, Azzam bisa mendapatkan gadis cantik itu.
Terus "bakso cinta"...? duuhh...plis deh...